Ketika mengunjungi candi Prambanan atau candi Roro Jonggrang biasanya guide yang memandu kita akan menceritakan sebuah legenda yang berhubungan dengan riwayat berdirinya candi tersebut. Menurut cerita, salah satu arca yang berada di candi Prambanan tersebut adalah Dewi Roro Jonggrang yang telah dikutuk oleh Bandung Bondowoso karena mengingkari janjinya.
Ceramah agama Islam Tour ke Bromo Kawah Ijen Gunung Kelud Artikel obyek wisata Aneka tips
Selasa, 12 Februari 2013
Rabu, 06 Februari 2013
RIWAYAT PENEMUAN CANDI PRAMBANAN
Ketika ditemukan pertama kali,
candi Prambanan ini masih berupa gundukan tanah yang ditumbuhi oleh semak
belukar dan pohon pohon perdu yang lebat. Reruntuhan batu candi tersebut
membentuk bukit sehingga kesan pertama tempat diketemukan candi Prambanan
tersebut merupakan tempat yang angker yang dihuni oleh makhluk halus seperti
jin atau setan. Hal ini menyebabkan masyarakat sekitar Prambanan tidak ada yang
berani mendekatinya. Namun dibalik keangkeran tersebut terdapat gugusan candi
yang sangat besar dan megah dengan komponen batu andesit kurang lebih delapan
puluh persen utuh.
Senin, 04 Februari 2013
CANDI PRAMBANAN ( RORO JONGGRANG )
Candi Prambanan yang kadang disebut orang dengan nama candi
Roro Jonggrang terletak di kecamatan Prambanan kurang lebih tujuh belas kilometer sebelah timur kota Yogyakarta.
Untuk mengunjungi obyek wisata ini sangatlah mudah karena candi ini terletak
persis ditepi jalan raya. Kalau kita naik bus dari kota Solo candi ini terlihat
berdiri megah menjulang tinggi disebelah kanan jalan sebelum masuk masuk
Yogyakarta. Candi Prambanan ini merupakan salah satu peniggalan kekunoan warisan
nenek moyang kita bangsa Indonesia, oleh sebab itu candi ini harus kita rawat
dan kita jaga untuk kelestariannya.
NYI RORO KIDUL
Siapa sesungguhnya Nyi Roro
Kidul itu ? banyak orang yang berkeyakinan Nyi Roro Kidul itu adalah bangsa lelembut, makluk
halus yang menguasai laut selatan. Menurut cerita Nyi Roro Kidul itu adalah
penjelmaan Putri Kraton Pajajaran (Siliwangi) yang bernama Dewi Kadhita, karena
ulah salah seorang selir raja yang iri terhadap kecantikan dewi Kadhita, maka
Kadhita ditenung dengan bantuan seorang dukun sihir sehingga Dewi Kadhita
wajahnya berubah menjadi buruk penuh dengan luka dan berbau amis sehingga Dewi
Kadhita mendapat julukan Dewi Gondho
Amis.
UPACARA LABUHAN
Labuhan berasal dari kata
labuh, melabuh yang artinya melempar atau membuang sesaji yang mengapung dilaut
atau disungai. Tradisi melabuh atau labuhan
itu merupakan peninggalan Panembahan Senopati, Raja Mataram yang hingga
sekarang masih dilestarikan oleh masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya khususnya
anak keturunan Panembahan Senopati.
Jumat, 01 Februari 2013
UPACARA GAREBEG DI KRATON YOGYAKARTA
Setelah sekatenan biasanya dilanjutkan dengan upacara Garebeg Maulud, istilah garebeg ini ada yang mengatakan berasal dari kata " Grebeg " yang artinya diiringi para pengikut karena memang setiap kali Sultan keluar dari kraton selalu diikuti orang banyak sehingga disebut garebeg. Ada pula yang mengartikan garebeg itu " di grebeg " atau dikeroyok ramai ramai karena setiap upacara garebeg Sultan selalu bersedekah berupa tumpeng yang berbentuk gunungan yang tingginya kurang lebih satu setengah meter yang terdiri dari nasi ketan, telur ayam, buah buahan serta sayuran. Setelah di do'ai oleh Abdi Dalem Penghulu Kraton oleh masyarakat yang hadir, tumpeng tersebut diperebutkan atau digrebeg secara beramai ramai.
UPACARA SEKATENAN DI KRATON YOGYAKARTA
Ketika kita berkunjung ke kraton Yogya secara langsung atau tidak kita
akan belajar, paling tidak mengenal adat dan kebiasaan yang ada dilingkungan
kraton. Salahsatu diantaranya yaitu Sekatenan. Sekatenan ini merupakan satu
tradisi yang telah ada sejak zaman Mojopahit. Ketika zaman kesultanan Demak
Bintaro yang merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa Tengah berdiri, tradisi
ini sempat dihentikan karena didalam ritualnya mengandung unsur animisme yaitu
dengan memberikan sesaji untuk para dewa dan arwah para leluhurnya. Masyarakat
yang sudah terbiasa dan senang dengan tradisi leluhurnya tersebut protes kepada
Raden Patah.
Sunan Kali Jogo yang arif dan bijaksana yang merupakan penasehatnya
menyarankan agar tradisi tersebut dihidupkan kembali yang sekaligus dijadikan
sebagai sarana untuk menyebarkan ajaran Islam secara pelan pelan.
Langganan:
Postingan (Atom)